Home » , » Cara Kerja OLED (organic light-emitting diodes)

Cara Kerja OLED (organic light-emitting diodes)

Written By DI SKAINET on Jumat, 21 September 2012 | 06.46

Saat ini sudah tersedia di pasaran TV HD (high-definition) selebar 80 inc dengan ketebalan hanya seperempat inch.

TV tersebut juga hanya mengkonsumsi  daya kurang dari konsumsi daya TV konvensional.
TV yang dibicarakan ini menggunakan teknologi yang disebut OLED (organic light-emitting diodes)

OLED adalah komponen yang terdiri dari film tipis yang berasal dari molekul organic yang menciptakan cahaya berkat adanya rangkaian listrik. OLED dapat memberikan cahaya yang lebih terang dan jelas ketika disematkan pada perangkat elektronk dan menggunakan daya lebih sedikit dibanding teknologi LED (light-emitting diodes) konvensional atau LCD (liquid crystal displays) yang digunakan saat ini.

Berikut ini akan diuraikan apa saja komponen pada OLED dan bagaimana cahaya OLED dihasilkan.



Komponen OLED
Seperti halnya teknologi LED, OLED merupakan semikonduktor padat dengan ketebalan hanya 100 sampai 500 nanometer atau sekitar  200 kali lebih tipis dari rambut manusia. OLED dapat memiliki dua atau tiga lapisan bahan organic, dimana pada desain yang terahir  atau lapisan ketiga berfungsi membantu transportasi  elektron dari katoda ke lapisan yang memancarkan .
Selanjutnya, kita aka lebih focus pada desain lapis kedua saja.

Pada desainnya sebuah OLED terdiri dari beberapa bagian yaitu:

a.  Substrat. Ini merupakan medium sejenis kaca plastik  atau foil. Tujuan sebtrate untuk mendukung cara kerja OLED.

b.  Anoda. Medium ini bersifat transparan dimana anoda befungsi untuk memindahkan elektron (membuat ‘lubang’ elektron) ketika arus mengalir melalui perangkat.

c.  Organik layer. Lapisan ini terbuat dari molekul organi atau polimer.

d.  Conducting Layer. Lapisan ini terbuat dari molekul  past oranik yang meinaan  ‘lubang’ dari anoda. Salah satu polimer yang digunakan dalam lapisan ini adalah polianilin.

e.  Emissive Layer. Lapisan ini terbuat dari molekul plastic organik (yang berbeda dari conducting layer) yang memindahkan elektron dari katoda. Ini merupakan tempat dimana cahaya dibuat. Salah satu polimer yang digunakan dalam lapisan ini adalah polyfluorene.

f.  Katoda.  Medium ini bias berbentuk transparan atau tidak tergantung pada jenis OLEDnya. Katoda akan menyuntikan elektron ketika arus mengalir melalui perangkat.

Bagaimana cahaya OLED Dihasilkan.

OLED Memencarka cahaya dalam cara yang mirip dengan LED, melelui proses yang disebut ‘electrophosphorescence’.



Prosesnya adalah sebagai berikut:
Sumber daya atau batrai dari perangkat yang berisi OLEDmenghasilkan tegangan buat OLED.
Kemudian arus listrikmengalir dari katoda ke anoda melalui lapisan organic (arus listrik adalah aliran elektron). Disini katodamembuat elektron berpindah Ke ‘emissive layer’ dari molekul organik.
Sedangkan anoda memindahkan elektron dari  ‘conductive layer’ dari molekul organik. Ini sama dengan membuat lubang  elektron pada  ‘conductive layer’.

Batas antara ‘emissive layer’, membuat elektron menemukan lubang elektron tersebut. Jadi, ketike elektron menemukan sebuah lubang elektron, elektron mengisi lubang tersebut. Ketika ini terjadi, elektron memberikan energy dalam bentuk foton cahaya.

Akibat  serangkaian kejadian tadi,  OLED dapat memancarkan cahaya. Sedangkan warna yang dihasilkan akan bergantung pada jenis molekul organic pada ‘emissive layer’  Digunakan beberapa jenis film organic pada OLED yang sama untuk dapat membuat  warna menjadi terlihat. Sedangkan intensitas atau kecerahan cahaya bergantung pada jumplah arus listrik yang digunakan. Semakin besar arusnya, semakin jelas warnanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts